Alasan mengapa harus ke Jepang!

Simak video traveling Jepang berikut!

100 tips ke Jepang, jangan ketinggalan!

GAME CENTER DI JEPANG MENYAJIKAN PERMAINAN PACHINKO YANG MIRIP DENGAN JUDI ONLINE

Jepang sudah mendunia bukan karena budayanya saja yang beragam, namun karena dipadu dengan teknologi canggih dan unik. Salah satu yang bisa kamu temukan saat berjalan kota metropolis di sana ialah game center. Mesin-mesin permainan yang bervariasi, dengan hanya memasukkan token, dan kamu bisa bebas memainkannya sampai kapanpun. Apalagi jika sudah mencoba mesin Pachinko, tidak hanya kesenangan yang kamu dapat, kamu juga bisa membawa pulang token-token yang sudah kamu menangkan sebagai kenangan. Walaupun kegiatan ini bukan yang utama di Jepang, kamu bisa mencobanya jika saat kamu sudah kehabisan ide untuk traveling di Jepang, yuk simak!

Sejarah Budaya Arcade Jepang

Setelah Perang Dunia II, Jepang mengalami periode industrialisasi besar-besaran dan cepat di sektor manufaktur. Kota-kota yang sudah padat penduduknya kian padat, sementara teknologi berkembang  di seluruh pasar konsumen. Perusahaan arcade lahir dalam empat faktor utama: Sebuah pasar untuk kegiatan rekreasi perkotaan, ketersediaan untuk menghabiskan isi dompet, industri manufaktur yang sangat maju sehingga menjadi inovasi yang berlebihan, dan apresiasi budaya untuk hal-hal baru.

Dari sekitar awal 1960-an hingga sekarang, pusat-pusat metropolitan Jepang selalu menyelenggarakan beberapa bentuk hiburan elektronik atau video game, hampir sama sekali tidak terpengaruh oleh penolakan budaya arcade di dunia Barat. Arcade menyesuaikan kehidupan kota sebagai seperti perantara: tempat umum yang ramai untuk menyendiri, tempat untuk bertemu teman-teman sebelum menuju ke tempat lain, tempat untuk membunuh 15 menit waktu-mu sebelum kereta kamu tiba. Sebuah tanda betapa kuatnya budaya arcade di Jepang adalah dari bagaimana mereka berevolusi untuk menyamai sifat pemainnya, dengan beberapa sedikit variasi.

Apa Yang Diharapkan Dari Arcade Modern

Kamu dapat melihat game center bertingkat-tingkat di hampir setiap ruang kota besar atau distrik perbelanjaan dalam perjalanan-mu. Hal ini biasanya akan menjadi bagian dari waralaba perusahaan besar seperti Taito Station, Club Sega, Adores atau Round One tetapi jangan khawatir tentang merek-merek tersebut karena masing-masing akan membawa permainan dari berbagai developer seperti Capcom, Bandai Namco, Koei-Tecmo dan Konami.

Tata letak lantai bangunan game center umumnya akan terlihat seperti ini, dengan sedikit variasi tergantung pada ukuran bangunan:

  • Lantai pertama: Game berhadiah, crane game, dan UFO catchers untuk hadiah boneka, permen, dll.
  • Lantai Kedua: Game medali, mesin seperti kasino yang dimainkan untuk mendapatkan token termasuk simulator balap kuda
  • Lantai ketiga: Video game, game pertempuran dan sesekali game puzzle dan kartu
  • Lantai empat: Game simulator besar, balap, pod pertempuran robot, permainan musik dan ritme

Simulator Perjudian ke Arah Judi Online

Permainan medali Jepang terbentuk karena alasan sederhana: perjudian sebagian besar ilegal di Jepang, dan aktivitas terkait perjudian sangat diatur oleh hukum. Toko Pachinko telah beroperasi selama beberapa dekade di daerah abu-abu yang terikat ketat tetapi masih mendominasi pasar sebagai perbelanjaan hiburan/ rekreasi se-nasional. Sementara pasar masih segar,namun kadang juga menjadi jenuh. Menanggapi kondisi ini, game medali beroperasi sebagai semacam simulator perjudian – menggunakan token yang tidak dapat ditukar untuk bermain dan meningkatkan aspek gameplay.

Sama seperti kasino, kamu akan menemukan kerumunan yang lebih tua menghabiskan waktu berjam-jam di bagian permainan medali, menghabiskan waktu mereka dan berbagi semacam pengalaman sosial yang sendirian. Khususnya laki-laki paruh baya akan terlihat sangat menikmati permainan yang tidak terlalu ‘gamey’ seperti simulator pacuan kuda dengan hanya menunjuk ke layar, kuda CGI palsu akan berlari menelusuri jalan. Wanita tua dan pasangan muda lebih tertarik pada game pendorong (seperti kaskade koin, atau “coin pusher”).

Gagasan simulator perjudian mungkin tampak konyol – mengapa bertaruh tanpa pembayaran? Respon khas Jepang menjawab dengan tenangnya: mengapa tidak bersenang-senang tanpa kerugian finansial besar yang pasti kamu alami, dengan kemungkinan lebih baik daripada kasino sungguhan di mana tidak ada yang benar-benar menang? Teknologi dalam permainan medali seperti sulap yang memerlukan panca inderawi, di mana kamu akan melihat ajaibnya jackpot dengan lampu berseri-seri, musik yang menggelegar. Hal-hal fisik seperti ini yang mungkin akan kamu rindukan ketika bermain judi onlin karena suasananya tidak bisa kamu dapatkan 100%.

Museum Hidup: Arcade di Tokyo dan Osaka

Dengan latar belakang sosial dan teknologi yang kaya, tak heran jika budaya arcade Jepang akan berusaha melestarikan sebagian dari sejarahnya sendiri. Daripada menutupi sejarah ini di pameran museum atau arsip digital, arcade retro di Tokyo dan Osaka menciptakan kembali pengalaman nostalgia yang sepenuhnya terbentuk – dengan game center yang bertema retro memungkinkan pengunjung menikmati permainan seperti seharusnya.

Pengalaman arcade retro yang lengkap dapat ditemukan di pulau buatan Odaiba yang terletak di Teluk Tokyo, sebuah daratan luas yang dibuat khusus untuk berlibur dan berbelanja dengan mal besar dan taman hiburan. Odaiba juga merupakan rumah kehidupan nyata dari Kota Pallet, salah satu kota di game Pokemon.

Ada juga Decks Tokyo yang merupakan pusat perbelanjaan yang memiliki ‘Daiba Itchome Shoutengai ’, sebuah jalan perbelanjaan yang seluruhnya bertema periode Showa-Jepang (1960-an-1980-an) yang dipenuhi nostalgia. Di bagian pusat perbelanjaan ini, ‘Keajaiban Ekonomi’ pascaperang Jepang merupakan daya tarik tersendiri.

Di pintu masuk Shoutengai kamu akan menemukan Playland, arcade retro yang penuh dengan mesin-mesin vintage. kamu tidak hanya akan menemukan kabin video game retro tetapi juga game arcade pra-digital yang sepenuhnya bergantung pada komponen gerak mekanis, seperti game mengemudi di mana mobil dinavigasi melalui pergerakan rintangan. Permainan di sini semua dibuat untuk anak-anak: tetapi saat Saya mengunjunginya terlihat lebih populer di kalangan orang tua dan ‘hipsters’ muda bernostalgia di sana. Arcade itu sendiri juga dihiasi dengan records, sampul majalah, buku komik, poster idola pop 80-an dan iklan vintage.

Facebook Comments